Tuesday, 16 November 2010

Teknologi Handphone Tanpa Suara ( Komunikasi Senyap)


Orang mencoba teknologi komunikasi tanpa suara electromyography
Ada harapan baru bagi orang yang sering terganggu dengan pemakai handphone yang berbicara dengan suara keras di kendaraan umum. Tim ilmuwan tengah mengembangkan telefon genggam yang memungkinkan orang melakukan percakapan tanpa harus bersuara keras. 
Prototipe peralatan itu telah dipamerkan dalam pameran elektronika Cebit di Hanover, Jerman.

Teknologi baru itu menangkap dan mengukur sinyal listrik sangat kecil yang dihasilkan oleh otot-otot yang digunakan manusia ketika mereka berbicara.
Peralatan itu bisa merekam sinyal tersebut ketika seseorang tidak berbicara tanpa suara yang bisa didengar telinga dan kemudian menggunakan sinyal tersebut untuk menghasilkan suara di pesawat telefon lawan bicaranya.
"Saya pernah naik kereta dan orang di dekat saya tanpa henti mengobrol dan saya rasa 'saya perlu mengubah ini'," kata Profesor Tanja Shultz dari Institut Teknologi Karlsruhe kepada BBC News.
"Kami menyebutnya komunikasi senyap."


Sistem penerjemah

Nasa telah menjajaki teknologi komunikasi electromyography
Peralatan yang ditampilkan di pameran elektronika berkala Cebit mengandalkan teknik yang disebut electromyography yang mendeteksi sinyal listrik dari otot-otot. Teknologi ini lazim digunakan untuk mendiagnosis penyakit tertentu, termasuk yang terkait dengan kerusakan syaraf.
Prototipe yang dipamerkan di Jerman itu menggunakan sembilan elektroda yang dilekatkan pada wajah pengguna.
"Elektrode tersebut menangkap potensi listrik akibat Anda menggerakkan otot-otot artikulatori," jelas Profesor Shultz. "Itulah otot-otot yang Anda perlukan untuk berbicara."
Sinyal listrik itu kemudian disalurkan ke satu alat yang merekam dan memperkuatnya sebelum mengirimkan sinyal yang sama melalui Bluetooth ke komputer jinjing.
Di dalam komputer tersebut, piranti lunak menerjemahkan sinyal menjadi teks yang kemudian bisa disuarakan oleh synthesiser.
Di masa datang, kata Profesor Shultz, teknologi yang sama bisa dimasukkan ke telefon genggam untuk komunikasi langsung.
"Kami tahu ini belum menarik untuk pasar massal pada saat ini," ujarnya.
Meski demikian, dia menambahkan teknologi itu pada awalnya bisa digunakan membantu orang yang kehilangan suara akibat jatuh sakit atau mengalami kecelakaan.
Teknologi ini juga bisa menjadi landasan sistem penerjemahan instan, katanya.
"Anda bisa berbicara dalam bahasa ibu Anda dan teksnya bisa diterjemahkan ke dalam bahasa lain," ujarnya.
"Orang yang menjadi lawan bicara Anda kemudian akan mendengar suara sintesis dalam bahasa lain," katanya.
Ini bukan kali pertama electromyography dijajaki untuk komunikasi senyap.
Badan antraiksa AS, Nasa telah meneliti teknik untuk komunikasi di lingkungan yang bising, seperti Stasiun Angkasa. Nasa juga menggunakan teknik untuk mengkaji sistem kendali penerbangan canggih yang bisa berfungsi tanpa joystick atau peralatan interface lain.
Menurut Profesor Shultz, Nasa menjajaki teknik tersebut untuk memahami aba-aba sederhana.
"Perbedaannya dengan sistem kami adalah bahwa kami bisa merekam dan mengenali kalimat-kalimat yang diucapkan secara berlanjut," tutur Profesor Shultz.
Cebit berlangsung dari 2 hingga 6 Maret di Hanover, Jerman.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/03/100305_silentmobile.shtml
Pendapat : Menurut saya, teknologi tersebut sangat penting mengingat tidak semua orang menganggap hal ini sepele sehingga saat sedang melakukan komunikasi melalui handphone tidak mengganggu orang sekitarnya.

Sunday, 14 November 2010

Hukum , Negara dan Pemerintahan

HUKUM
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela."
Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie).


NEGARA
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Negara mempunyai 2 tugas utama, yaitu :
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.
a) Sifat – sifat Negara
1) Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
2) Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3) Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.


PEMERINTAHAN
Pemerintahan merupakan salah satu unsur penting daripada negara. Tanpa Pemerintahan, maka negara tidak ada yang mengatur. Karena Pemerintahan merupakan roda negara, maka tidak akan mungkin ada sesuatu negara tanpa Pemerintah . Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia.
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

Sumber : (http://hadirwong.blogspot.com/2009/12/hukum-negara-dan-pemerintahan.html)
              (http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia)
               (http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia)

Saturday, 13 November 2010

Kumpulan Artikel Mengenai Keluarga dan Masyarakat

Pertumbuhan Individu

                  
Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:

1. Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

2. Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

3. Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.


Fungsi Keluarga Harus Dioptimalkan


PENGARUH situasi perekonomian yang kini belum sepenuhnya pulih sangat dirasakan bagi keluarga. Kendati demikian, fungsi keluarga sebagai penguat ketahanan keluarga jangan pernah terabaikan oleh tiap keluarga di Indonesia.
"Fungsi keluarga harus dioptimalkan menjadi keluarga yang berkualitas. Tanpa keluarga berkualitas, sulit sekali membentuk generasi yang cerdas, unggul, dan berdaya saing tinggi," ujar Ibu Wapres Herawati Boediono pada pembukaan Pameran Pasar Murah sebagai rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2010 di Kompleks Jabal Nur, Palu, Sulawesi Tengah, kemarin.
Karena itu, lanjut Herawati, perhatian untuk memba-ngun sebuah keluarga yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat pun memiliki tanggung jawab tersebut untuk membentuk kekuatan pembangunan bangsa.
Selain Herawati, hadir pula istri Mendagri Vita Gamawan Fauzi, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief, dan istri Gubernur Sulteng Kamsia B Paliudju. Rangkaian Harganas itu berlangsung hingga Puncak Harganas, Selasa (20/7) di Palu, serta diresmikan Wapres Boediono.
Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, ada sembilan fungsi keluarga-yang mesti dioptimalkan keluarga, yakni agama, cinta kasih, reproduk-si, sosialisasi, perlindungan, pendidikan, ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Jika sembilan fungsi keluarga itu dapat dioptimalkan tiap keluarga, karakter luhur bangsa Indonesia sejak dulu, yakni kerukunan dan sopan santun bermasyarakat, bisa terjaga.
Di Jakarta, untuk menjaga momen Harganas yang jatuh pada 29 Juni lalu. Wali Kota Jakarta Timur Murdhani tetap memprioritaskan program Keluarga Berencana (KB) pada 2010. Buktinya, dengan menargetkan peserta KB pada 2010 sebesar 91.368 akseptor atau naik 5V, jika dibandingkan dengan 2009 yang mencapai 86.673 akseptor. (Bay/Faw/H-3)


Pemuda era informasi


"Sumpah pemuda, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia."


Kalimat diatas adalah bunyi dari sumpah pemuda yang diikrarkan tahun 1928 yang lalu dan di deklarasikan dengan penuh semangat gelora oleh pemuda-pemudi pada zaman itu

Kini sumpah pemuda juga masih terus di ikrarkan pada event-event tertentu, terutama pada saat peringatan hari sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 oktober
Pertanyaan besarnya saat ini adalah, bagaimana ruh dari sumpah pemuda itu merasuki jiwa-jiwa pemuda-pemudi era informasi saat ini, saat arus informasi yang digalakan oleh teknologi informasi membuat batas-batas globalisasi menjadi tak tampak dan tak terasa, penetrasi ideologi dan budaya global seringkali tanpa ada halangan mengitervensi kehidupan pemuda saat ini, hingga hasilnya bisa kita lihat saat ini, pemuda era informasi cenderung berbudaya global dan sedikit enggan melirik budaya lokal sebagai identitas mereka, contohnya mereka cenderung enggan menggunakan pakaian batik yang justru sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia, namun mereka enggan menggunakan batik dengan beragam alasan, mulai dari malu karena menurut mereka batik adalah pakaian untuk "kondangan" hingga mereka cenderung tidak menyukai batik dan lebih menyukai pakaian hasil budaya barat, karena mereka menganggap hal itu yang sedang trendi saat ini

Selain dari contoh batik, ada juga contoh dari selera musik, film, bahkan bahasa, pemuda era digital lebih merasa bangga jika mereka bisa berkomunikasi dengan teman-temannya dalam bahasa inggris atau bahasa luar negri lainnya, ketimbang menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar, yang lebih parahnya lagi, mereka mencampuradukkan bahasa asing dengan bahasa indonesia tanpa mempertimbangkan tataran bahasa dan aturan kata serapan yang benar dan sesuai. Hal-hal semacam yang tertulis diatas ini jelas berbahaya, bukan hanya karena kita berpotensi besar melanggar sumpah pemuda yang kita ikrarkan bersama, namun yang lebih parahnya lagi, bangsa kita akan kehilangan identitasnya sebagai bangsa, fundamental bangsa kita menjadi goyah dan mudah terombang-ambing mengikuti irama ombak budaya lain, jika hal itu terjadi, maka mimpi Indonesia menjadi negara yang maju dan memiliki daya tawar yang kuat di mata dunia akan hilang, hal ini disebabkan, dunia hanya akan melirik suatu bangsa karena dia itu unik dan berbeda dari mereka, serta bangsa tersebut tidak malu menunjukkan keunikan mereka.

Sebagai contoh, India, jika kita lihat film-film yang di produksi oleh sineas di India, jelas kita lihat, mereka tidak mau meninggalkan budaya bollywood mereka, bahkan untuk film mereka yang di targetkan untuk pasaran internasional seperti film "my name is khan" dan "three idiots", para sineas di India ini enggan menghilangkan ciri khas bollywood yang sudah kita ketahui bersama, bernyanyi-nyanyi dengan irama khas india dan menggunakan bahasa india juga.Hasilnya apa yang saat ini didapat india dari menunjukkan keunikan mereka? sektor perfilman mereka maju, diiringi dengan perkembangan daya tawar india di mata dunia, bahkan india menjadi salah satu basis teknologi informasi di Asia

Melihat contoh yang tertulis diatas, timbul pertanyaan, adakah relevansi dan relasi terkait film, ekonomi, teknologi yang berkembang di suatu negara dengan kemauan warga negara tersebut menunjukkan identitas mereka yang unik dan berbeda kepada dunia ? jawabannya adalah, jelas ada, karena jika suatu bangsa atau negara memiliki fundamental identitas yang kuat, maka akan muncul rasa cinta kepada bangsa sendiri dan menimbulkan rasa percaya diri yang kuat pada bangsa tersebut, dan hanya bangsa yang percaya dirilah yang mampu menunjukkan siapa dia dan bagaimana dia bersikap terhadap dunia.

Lantas bagaimana kita bersikap untuk mengembalikan identitas bangsa kita yang diinginkan oleh sumpah pemuda ?
Salah satu solusinya adalah, pemuda era informasi harus mengambil alih diri mereka sendiri, mereka harus mau mengakui bahwa mereka adalah pemuda era informasi yang berasal dari NKRI, setelah itu implementasikanlah pengakuan tersebut kedalam kehidupan sehari-hari, misalnya-karena saat ini adalah era informasi, pemuda era informasi tersebut harus mengupdate status facebook atau di jejaring sosial lain dengan mencerminkan kecintaan terhadap indonesia, tidak mesti mengatakan terus menerus bahwa aku cinta indonesia, tapi gunakanlah bahasa indonesia yang benar dan bila harus menggunakan bahasa asing lain selain indonesia, gunakanlah bahasa asing tersebut dengan benar juga, jangan campur adukkan antara bahasa asing dengan bahasa indonesia hanya untuk menunjukkan "ke-gaulan" mereka. Selain itu pemuda era informasi juga bisa mempelopori atau bergabung dalam sebuah gerakan di dunia maya yang memperkenalkan indonesia, keramahan indonesia, keunikan indonesia kepada dunia, seperti salah satu contohnya, sebuah gerakan "Get Lost in Indonesia" yang ada di jejaring sosial saat ini. Dikarenakan saat ini informasi dari seluruh dunia dapat diperoleh dengan cepat, tanpa batas, serta ekonomis dan tidak perlu menembus rimba birokrasi yang sangat rumit. Manfaatkanlah itu, hai pemuda. Zaman yang semakin digital ini seyogyanya dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita, jika kita memang benar-benar serius memperjuangkan apa yang telah kita ikrarkan dalam sumpah pemuda.

Monday, 25 October 2010

Kebudayaan

 KEBUDAYAAN

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)

Wujud dan komponen

Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Komponen

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Nama : Michael Amiarsa
NPM : 14110381
Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya)

Masyarakat

MASYARAKAT

Masyarakat yang merupakan terjemahan dari istilah society, merupakan sekelompok orang yang membentuk suatu sistem yang semi tertutup ataupun semi terbuka, yang mana interaksi sebagian besar adalah antara perorangan yang berada di dalam kelompok masyarakat tersebut.
Istilah masyarakat sendiri berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab yaitu musyarak. Lebih abstraknya, suatu kelompok masyarakat merupakan suatu jaringan hubungan antar entitas satu dengan yang lain. Masyarakat juga merupakan sebuah komunitas interdependen atau saling tergantung satu dengan yang lain.
Pada umumnya, istilah kata masyarakat ini digunakan dengan mengacu pada sekelompok orang yang tinggal bersama dalam sebuah kelompok komunitas yang teratur.
Berdasarkan pada Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, perkumpulan manusia bisa dikatakan sebagai suatu masyarakat jika memiliki perasaan, pemikiran dan juga system atau aturan yang lebih kurang sama. Dari kesamaan yang ada tersebut, manusia selanjutnya berinteraksi satu dengan yang lain dalam kelompok tersebut berdasar pada kemaslahatan.
Masyarakat juga diatur atau diorganisir berdasar pada cara utamanya dalam mencari penghasilan. Para ahli ilmu sosial telah mengidentifikasikan beberapa kelompok dalam masyarakat, yaitu masyarakat yang berperan sebagai pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat yang berperan dengan bercocok tanam, serta masyarakat agrikultural intensif, atau dalam istilah lain juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian ahli ilmu sosial menganggap masyarakat industri serta pasca industri sebagai suatu kelompok masyarakat yang independen dari masyarakat tradisional agrikultural. Berdasarkan struktur politiknya, dapat pula disusun atau diorganisasikan kelompok dalam masyarakat, yang diurutkan berdasarkan urutan kompleksitasnya serta besarnya. Sebagai contoh,  terdapat masyarakat suku, chiefdom, band serta masyarakat negara.
Kata society sendiri berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu societas. Societas berarti hubungan persahabatan antara satu dengan yang lain. Societas sendiri diturunkan dari kata socius yang memiliki arti kawan atau teman.
Jadi, arti society erat kaitannya dengan kata sosial. Dan secara implicit dapat dikatakan bahwa kata society memiliki makna bahwa setiap anggota dalam kelompok masyarakat tersebut memiliki perhatian serta kepentingan yang sama untuk mencapai tujuan yang akan diraih bersama.
Di Indonesia sendiri telah berkembang beberapa masyarakat yang didasarkan pada berbagai penggolongan, misalnya berdasarkan profesi. Sebagai contoh adalah kelompok profesi guru yang membentuk asosiasi PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia, serta munculnya asosiasi – asosiasi lain sesuai profesi.
Salah satu perkumpulan yang besar dan potensial adalah asosiasi para buruh. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai buruh pabrik maupun karyawan  yang nota bene juga buruh perusahaan tersebut.
Di Indonesia memang jumlah wira usahawan belum sebanyak di Jepang atau China, namun saat ini jumlah wira usaha telah meningkat disbanding lima tahun terakhir. Dan para wira usahawan ini juga memiliki kelompok sendiri yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.
Karena jumlah buruh atau orang yang bekerja pada suatu perusahaan atau pada orang lain jauh lebih banyak, maka jumlah anggota asosiasi buruh juga jauh lebih banyak dibanding asosiasi lain. Hal ini menimbulkan adanya beberapa oknum yang bermaksud memanfaatkan asosiasi buruh ini untuk kepentingan politik. Hal ini tetap dikembalikan ke asosiasinya sendiri.
Namun yang dikhawatirkan, perkembangan ke depannya, jika suatu asosiasi baik asosiasi buruh atau asosiasi apapun, ke depannya akan mengarah ke hal – hal yang beresiko dan kurang menguntungkan anggotanya jika dimuati kepentingan politik.
Asosiasi buruh terbentuk salah satunya untuk menjaga agar hak – hak buruh tetap terpenuhi sebagaimana mestinya. Karena itu, dalam asosiasi atau perkumpulan masyarakat ini memang sangat diperlukan koordinasi yang rutin antara satu bagian dengan bagian lain.
Dan sebisa mungkin seluruh anggota dilibatkan dalam setiap kegiatannya. Hal ini penting agar tujuan awal yang ingin dicapai oleh kelompok masyarakat ini akan tetap terjaga pada jalurnya.


Nama : Michael Amiarsa
NPM : 14110381
Sumber : (http://www.anneahira.com/masyarakat.htm)

Penduduk

PENDUDUK

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Bonus demografi
Rasio ketergantungan nasional saat ini masih 47%, artinya setiap 100 penduduk produktif menanggung 47 penduduk tidak produktif di bawah umur 15 tahun dan 65 tahun ke atas.
Di satu sisi mereka bisa mendorong ekonomi untuk tumbuh kalau mereka bekerja tetapi di sisi lain mereka bisa menciptakan instabilitas sosial dan politik kalau mereka tidak bekerja
Namun rasio ketergantungan cenderung menurun belakangan setelah sempat mencapai 70% dan diperkirakan akan mencapai titik terendah pada 2020-2030.
Pada periode itu akan terdapat peluang lebih besar untuk melakukan investasi manusia guna mendorong produksi.
Bagaimanapun, apa yang disebut sebagai bonus demografi ini bagaikan pisau bermata dua seperti dikatakan oleh Sonny Harry Harmadi, Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
"Di satu sisi mereka bisa mendorong ekonomi untuk tumbuh kalau mereka bekerja tetapi di sisi lain mereka bisa menciptakan instabilitas sosial dan politik kalau mereka tidak bekerja. Jadi mereka itu produktif tapi tidak bisa menyalurkan produktifitasnya karena tidak terserap di pasar kerja," tegas Sonny.
Bonus demografi ini diproyeksikan akan mengalami titik balik ketika angka kelompok lanjut usia menjadi lebih besar dibandingkan generasi muda dan bahkan, kata mantan Menko Kesra Haryono Suyono, ketergantungan penduduk lansia yang jumlahnya akan mencapai 30 juta, lebih mahal.
"Kalau 30 juta ini tidak bekerja akan menjadi tanggungan baru sehingga beban ketergantungan yang menurun sampai tahun 2015 akan naik lagi. Bedanya dengan dulu, kalau dulu yang menjadi tanggungan anak di bawah 15 tahun. Anak-anak sakit dibawa ke dokter ongkosnya murah tetapi orang tua yang sakit itu sakitnya lebih mahal," katanya.


Nama : Michael Amiarsa
NPM : 14110381
Sumber : (http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2010/07/100709_population4.shtml)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk)

Monday, 11 October 2010

Jakarta Harus Punya Angkutan Massal

Bayangkan situasi dan keadaan kota Jakarta di tahun 2014. Saat itu proyek transportasi makro sudah rampung(selesai). Kota ini punya busway, monorel, subway, bahkan transportasi air. Para pekerja yang tinggal di daerang pinggiran tak perlu takut telat masuk kantor karena sistem trasnportasi publik sudah berjalan dengan baik. Bayangkan saja jika di sebuah stasiun interchange di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, orang-orang keluar dari terowongan stasiun subway lalu pindah ke stasiun monorel dan halte busway menuju kantor. Bayangkan.
                Cukup lah sudah mengandaikan Jakarta di masa depan. Sekarang lihatlah Jakarta yang sesungguhnya. Tidak ada ruas jalan yang bebas dari macet. Sementara itu jumlah kendaraan bermotor terus bertambah setiap tahun. Diperkirakan, pada tahun 2014, jumlah kendaraan pribadi sudah sedemikian membludak sampai semua jalanan di kota ini macet semacet-macetnya. Arus lalu lintas mentok. Begitu keluar dari rumah, kita langsung terjebak macet.
                Mungkin terdengar berlebihan. Tetapi asumsi ini jelas bukan tanpa dasar. Saat ini jumlah kendaraan di Jakarta mencapai lebih dari enam juta unit. Belum kendaraan dari wilayah Bodetabek dan kendaraan yang dibawa para perantau dari kampong halamannya. Tiap tahun, kenaikan jumlah kendaraan bermotor mencapai 11%, sementara penambahan panjang jalan tak lebih dari 1%.
                Untuk mencegah macet total itu, tidak ada pilihan lain. Jakarta harus segera punya system trasportasi public yang bisa mengangkut penumpang secara missal dalam tempo cepat. Para insinyur menyebutnya mass rapid transit (MRT). Di atas kertas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah merancang pembangunan sarana transportasi publik kategori MRT ini. Bang Yos, panggilan akrab Gubernur Sutiyoso, memperkenalkannya sebagai Pola Transportasi Makro (PTM). Sarana Transportasi yang direncanakan lewat proyek PTM ini meliputi busway, monorel, subway, dan transportasi air.
                Dari empat jenis transportasi yang direncanakan itu, baru proyek busway yang sudah direalisasikan. Itu pun baru sekitar separuh dari keseluruhan rute yang direncanakan. Hingga Mei 2007, proyek monorel baru sampai pada pembangunan tiang di beberapa titik.
                Dari empat jenis angkutan public yang direncanakan di PTM, busway merupakan pilihan yang biayanya palig murah dan paling mudah direalisasikan. Sebagai gambaran, biaya pembangunan busway sekitar AS $ 2 Juta – 5 Juta per km. Sementara monorel membutuhkan investasi lima kali lipatnya, alias sekitar AS $ 10 Juta – 25 Juta per km. Subway bisa menelan biaya AS $ 50 Juta – 150 Juta per km, tergantung pada kondisi tanah. Dengan kata lain, tiap kilometer subway membutuhkan biaya yang setara dengan pembangunan 25 km busway. Karena alas an itulah, Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan pembangunan busway daripada ketiga jenis moda transportasi lainnya.
                Setelah busway, monorel merupakan prioritas kedua yang akan direalisasikan lebih dulu. Pembangunan monorel sebetulnya sudah dimulai sejak Juni 2004. Saat itu, transportasi ini siap beroperasi tahun 2007. Namun, karena terbentur oleh kendala financial, hingga sekarang pembangunannya baru sampai pembuatan tiang. Monorel  ini mirip kereta biasa. Bedanya, relnya Cuma satu dengan ukuran yang besar dan lebar sehingga gerbong monorel bisa bertumpu di atasnya. Lintasan relnya melayang di atas jalan raya dengan tiang-tiang penyangga yang tingginya sekitar 12 m. tiap kilometer terdapat stasiun pemberhentian.
                Menurut Parsetyo, yang paling ideal untuk mengatasi masalah transportasi sebetulnya adalah MRT (subway). Dibandingkan dengan yang lain, jenis transportasi ini bisa mengangkut penumpang dalam jumlah paling besar dalam tempo paling cepat. Sebagai perbandingan jumlah penumpang yang visa diangkut busway sekitar 10.000 – 15.000 orang per jam. Monorel, yang tergolong light rapid transit (LRT), bisa mengangkut 20.000 penumpang per jam. Sedangkan subway bisa mengangkut sekitar 30.000 penumpang per jam. Masalahnya, pembangunan subway membutuhkan biaya yang sangat mahal dan waktu yang cukup lama, sekitar 4 – 5 tahun. Istilah subway, kata Prasetyo, sebetulnya kurang tepat untuk proyek PTM yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta. Soalnya, istilah ini lazimnya hanya digunakan untuk kereta yang jalurnya berada di bawah tanah. Sementara subway yang direncanakan, lebih dari separuhnya mengambil lintasan di atas tanah. Karena itu, Prasetyo lebih suka menyebut MRT daripada subway. Istilah MRT lebih umum karena bisa digunakan untuk kereta yang lintasannya berada di atas permukaan tanah maupun di dalam tanah.
                Di luar urusan teknologi, Prasetyo menegaskan bahwa factor sosial budaya, bahkan politik, merupakan unsure penting dalam menangani masalah transportasi di Jakarta. Itu sebabnya program PMT harus disertai dengan kajian sosial, diskusi, kampanye public, dan penyuluhan untuk mengubah perilaku masyarakat. Factor ini sama sekali tidak boleh ditinggalkan. Bila perlu, dilakukan “pemaksaan”. Prasetyo member contoh pengalaman Negara Singapura. Negara ini sangat ketat menerapkan aturan bagi warga negaranya. Di sana jumlah kendaraan pribadi dibatasi dengan menggunakan kuota. Supaya jumlahnya terkontrol, pemerintah menerapkan system Certificate of Entitlement (COE). Hanya mereka yang punya COE yang bisa memiliki mobil. Berapapun uang yang dimiliki, seorang konglomerat sekalipun tidak bisa membeli mobil jika ia tidak punya COE ini sepuluh tahun. Setelah itu dilelang untuk umum. Dengan pengontrolan yang sangat ketat ini, jumlah mobil di sana selalu sama dengan jumlah COE yang dikeluarkan pemerintah. Selain membatasi jumlah kendaraan pribadi, Singapura juga menerapkan system electronic road pricing. Saat mobil masuk ke dalam kota, pengendara harus membayar. Tarifnya sengaja dibuat tinggi supaya pengendara dibuat berpikir beberapa kali kalau hendak masuk ke dalam kota dengan menggunakan mobil pribadi.
                Bentuk nonfiskal misalnya membatasi jumlah kendaraan dengan aturan three in one, system nomor plat ganjil-genap, atau sengaja tidak menambah luas jalan raya agar pengendara mobil pribadi lebih suka menggunakan angkutan umum. Pemaksaan ini diperlukan karena memang secara alamiah, pengguna mobil pribadi tidak terlalu mudah untuk pindah ke angkutan umum. Supaya efektif, tentu saja pemaksaan itu harus dibarengi dengan peningkatan mutu layanan angkutan public. Sesuai sifat alamiah manusia, mereka bersedia berubah jika diberi pilihan yang lebih bagus. Kalau angkutan publiknya bisa diandalkan, mereka tentu bersedia meniggalkan mobil pribadi.
                Di mana pun, transportasi public seharusnya menjadi tanggungan Negara. Proyek transportasi makro di Jakarta, apa pun namanya, harus terus dilanjutkan oleh siapa saja yang bakal memegang kendali pemerintahan di DKI Jakarta. Jika tidak, maka diprediksi Jakarta bakal mandek alias berhenti total di tahun 2014 bisa benar-benar menjadi kenyataan. Pada masa itu, Jakarta mentok sementok-mentoknya. Begitu keluar dari pagar rumah, kita langsung terjebak kemacetan. Bayangkan saja!



Nama : Michael Amiarsa
NPM : 14110381
Kelas : 1KA31



Sumber : Intisari , Juni 2007 hal 130
Penulis : M. Sholekhudin