Monday, 24 June 2013

tugas bahasa indonesia 2 (Curriculum Vitae)


Cara Membuat atau Menyusun Curriculum Vitae (CV) yang Baik dan Menarik berikut Contohnya. Daftar riwayat hidup atau curriculum vitae merupakan deskripsi tentang riwayat hidup seseorang. Curriculum vitae (CV) biasanya berisi tentang data pribadi, seperti nama, alamat, kontak dll; pengalaman pendidikan, baik formal maupun non formal; pengalaman kerja; pengalaman organisasi; maupun daftar karya ilmiah. 

Banyak hal yang membutuhkan curriculum vitae, seperti ketika hendak melamar pekerjaan, ketika hendak mendaftar di suatu instansi, atau ketika hendak menjadi pembicara atau nara sumber di sebuah acara diskusi maupun seminar.


Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menyusun Curriculum Vitae

Informasi yang tepat
Berikan informasi yang tepat sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Ketika menyusun Curriculum Vitae perhatikan pada riwayat hidup yang sesuai dengan pekerjaan yang diincar. Hal-hal yang tidak diperlukan jangan dimasukkan.

Panjang CV
Dengan hanya memasukkan hal-hal yang relevan saja dengan pekerjaan, maka CV tidak perlu panjang. Ingat, pihak yang mengoreksi lamaran perkejaan dan CV Anda dihadapkan pada banyak surat-surat lamaran lain yang jumlahnya mungkin bertumpuk-tumpuk. Jangan membuat mereka malah malas membaca CV yang panjang dan berisi hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan. Jadi buatlah CV yang ringkas tapi memberikan penjelasan yang tepat tentang diri dan kemampaun yang Anda miliki.

Deskripsi pekerjaan
Ketika Anda membuat Curriculum Vitae untuk keperluan melamar pekerjaan, maka berikanlah penjelasan atau deskripsi pengalam pekerjaan Anda. Dengan begitu pengoreksi CV akan langsung bisa menilai lngkup pekerjaan yang sebelumnya Anda geluti.

Identitas yang baik
Anda sendang melamar pekerjaan, jadi lampirkan Foto yang tepat. Tentunya foto yang dimaksud adalah foto yang formal. Jangan memberi foto yang menarik tapi terkesan tidak formal. Begitu juga dengan email. Jangan mencantumkan email yang terlalu pribadi, misalnya blablabala@yahoo.com.

Curriculum vitae (CV; juga ditulis curriculum vitæ) adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorang majikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.

Curriculum vitae adalah sebuah ekspresi Latin yang dapat menjadi longgar diterjemahkan sebagai perjalanan dalam hidup saya. Pada penggunaan sekarang, curriculum kurang ditandai sebagai sebuah kata serapan asing.
Bentuk jamak dari curriculum vitæ, dalam Bahasa Latin, terbentuk mengikuti aturan Latin dari tata bahasa sebagai curricula vitæ (yang berarti "perjalanan hidup") atau curricula vitarum (berarti "perjalanan hidup")— bukan curriculum vita (yang menurut tata bahasa tidak sesuai). The form vitæ adalah bentuk tunggal genitif dari vita dan diterjemahkan sebagai "hidup". Meskipun demikian, dalam Bahasa Inggris, bentuk jamak dari ekspresi penuh curriculum vitae adalah jarang digunakan; bentuk jamak dari curriculum itu sendiri biasanya ditulis sebagai "curriculums", agak daripada tradisional curricula.


Monday, 20 May 2013

tugas bahasa Indonesia 2 (Laporan Ilmiah)


Laporan Ilmiah


1. Pengertian Laporan Ilmiah
Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :


Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.


2. Jenis-jenis Laporan Ilmiah

Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

a. Laporan Lengkap (Monograf)


Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah


Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

3. Fungsi Laporan Ilmiah
Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.


4. macam-macam laporan
a.laporan berbentuk formulir isian
laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.

b. laporan berbentuk surat
laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.

c. laporan berbentuk memorandum
laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.

d. laporan perkembangan dan keadaan
laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.

e. laporan berkela
laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.

f. laporan laboratoris/hasil penelitian
laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.

g. laporan formal/semi formal
laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.

5. Ciri - Ciri Laporan yang baik

Laporan yang baik mendukung beberapa hal antara lain:


Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku).
Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
Adanya kesimpulan dan saran
Laporan dibuat menarik dan juga interaktif


6. Syarat Laporan Ilmiah


Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
Tulisan disusun dengan metode tertentu
Tulisan disusun menurut sistem tertentu
Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.



Sumber :
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/29/menyusun-laporan-ilmiah/
http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/cara-penulisan-laporan-ilmiah/
http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html
http://repository.binus.ac.id/content/A0282/A028263511.ppt
http://zufraenimochammad.blogspot.com/2013/01/laporan-ilmiah.html
http://muhammadazman12.blogspot.com/
http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html

tugas bahasa Indonesia 2 (Metode Ilmiah)

Metode Ilmiah


1. Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

2. Tujuan mempelajari Metode Ilmiah
Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
Untuk mengorganisasikan fakta
Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.

 3. Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti, untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.

 Sikap-sikap ilmiah meliputi:
Obyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang. Contoh: Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.
Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.Contoh: Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu burung mempuyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.
Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.
Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat. Contoh: Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.
Bersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat.
Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. Bagi seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki.apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
Sikap tekun, Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
  4. Langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah

Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1. Bagian Awal

Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
2. Bagian Tengah.
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
3. Bagian Akhir.
3.Bagian akhir terdiri dari:
            1. Daftar Pustaka
            2. Lampiran
Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
A. Bagian Awal.
            Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :
1. Halaman Judul
         Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.
2. Lembar Pernyataan
            Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan
            Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
4. Abstraksi
            Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
            Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
6. Halaman Daftar Isi
            Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. Bagian Tengah.
1. Pendahuluan
            Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah
2. Landasan Teori
            Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode Penelitian
            Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4. Analisis Data dan Pembahasan
            Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Kesimpulan (dan Saran)
            Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
C. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah
http://redmycloudy.blogspot.com/2009/10/metode-ilmiah.html
http://www.panksgatsred.blogspot.com/
http://id.scribd.com/doc/40750397/Sikap-Ilmiah
http://tpardede.wikispaces.com/Unit+1.2.3+IPA+Sebagai+Sikap+Ilmiah
http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/
http://nabella2326.blogspot.com/2012/06/langkah-langkah-pelaksanaan-penulisan.html

Wednesday, 24 April 2013

Tugas Analisa Leksikal



NAMA : M
KELAS  : 3KA28
NPM    : -

Analisa Leksikal Program Penjumlahan menggunakan aplikasi JCreator

Hasil analisa leksilal:

1. Identifier (nilai , a , b)
2. reserve word (import , hitung , public static void , int , System.out.print)
3. Nilai Konstanta (2 , 3 , 5)
4. Operator (+)


Pemasukan Coding 



Penjelasan: pertama mengimport javax.swing.* sebagai library yang akan digunakan untuk menjalankan proses penjumlahan nantinya , lalu hitung yang saya gunakan sebagai kelas untuk mendefinisikan program penjumlahan ini sebagai program hitung. Lalu public static void dimana public sebagai metode yang digunakan untuk semua kelas , sedangkan static sebagai metode yang hanya dapat dipanggil dari dalam kelas yang sama , dan void ditunjukkan tidak membuat sebuah “return value” atau nilai balik. Lalu main sebagai program utama , dimana komputer akan menjalankan terlebih dahulu perintah yang ada dalam main tersebut.
Setelah itu , langkah pertama yang harus dilakukan dalam mengeksekusi sebuah program adalah mendeklarasikan program tersebut. Seperti variabel nilai , a dan b dideklarasikan sebagai integer yang nantinya , isi dari variabel nilai , a dan b bernilai sebuah bilangan atau integer. Langkah selanjutnya yaitu pengeksekusian dimana sebagai contoh diatas mengeksekusi sebuah program dengan perintah penjumlahan. Menjumlahkan nilai a dan nilai b yang hasil nya dimasukkan kedalam variabel nilai. Sehingga , ketika output ditampilkan , dipanggil dari variabel nilai yang sudah diisi dengan hasil penjumlahan antara variabel a dengan variabel b.

Output








Sunday, 14 April 2013

Tugas softskill 2 (bahasa indonesia 2)

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang kalimat utama nya ada di awal paragraf dan disusun dengan pernyataan umu terlebih dahulu baru penjelasan.

Silogisme Alternatif
Contoh :
roy heuward tinggal di Bekasi atau Kalimantan
roy heuward tinggal di Bekasi
∴ Jadi, roy heuward tidak tinggal di Kalimantan.

Silogisme Hipotesis
Contoh :
jika hari ini hujan , saya akan menonton televisi ( premis mayor )
hari ini hujan ( premis minor )
maka saya akan menonton televisi ( kesimpulan ).

Silogisme Kategorial
Contoh :
premis mayor : semua anak kelas 28 adalah pemain sinetron
premis minor : dimas aria adalah anak kelas 28
kesimpulan : dimas aria adalah pemain sinetron

Entimem
Contoh :
PU : semua anak kelas ka28 mendapat mobil fortuner
PK : frans setiawan siswa kelas ka28
S : frans setiawan mendapat mobil fortuner
 entimem = frans setiawan mendapat mobil fortuner karena siswa kelas ka28







sumber : 
http://www.naylacorp.com/2012/09/contoh-paragraf-deduktif.html
http://anisahanisah.wordpress.com/2012/04/12/silogisme-alternatif/
http://anggitata.wordpress.com/2011/03/11/silogisme-hipotesis/
http://mychocochips.blogspot.com/2012/10/contoh-silogisme-kategorial.html
http://rezawiezha-myblog.blogspot.com/2012/03/penalaran-entimem.html

Saturday, 16 March 2013

Materi Pertama



Apa sih yang dimaksud dengan bahasa pemrograman ?
                Coba saja anda bayangkan ketika anda tidak bisa berbahasa asing saat berada di negeri tersebut. Anda pasti akan kesulitan untuk beradaptasi dalam hal berbicara dengan orang-orang lain. Oleh karena itu , perlu adanya bahasa internasional yang umum diketahui banyak orang. Contohnya saja bahasa inggris. Nah begitu juga dengan komputer. Kalo saja kita tidak tau bahasa yang di pakai si komputer tersebut , kita akan nyambung dengan maksud si komputer tersebut. Karna itu kita perlu belajar bahasa yang dimengerti oleh komputer. Sebut saja bahasa-bahasa itu seperti COBOL , Assembly , perl , c , c# , java , delphi , visual basic dan lain-lain.
Lalu kenapa belajar menggunakan bahasa pemrograman C?
                Bahasa C adalah bahasa yang sangat powerful dan fleksibel. Bahasa ini tidak memberikan batasan pada kita dan sering digunakan dalam proyek-proyek Operating System, Word Processor , dan lain-lain. Bahasa C adalah salah satu bahasa pemrograman yang populer di dunia dan mempunyai kemampuan lebih dari bahasa pemrograman yang lain. Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang ditulis dalam bahasa C, atau paling tidak inti utama programnya ditulis dalam bahasa C.  Bahasa C merupakan general-purpose language, yaitu bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk tujuan apa saja. C merupakan industrial-strenght language. Dengan bahasa C, kita dapat membangun beragam aplikasi, mulai dari pemrograman sistem, aplikasi cerdas (artificial intelligence), sistem pakar, utility, driver, database, browser, network programming, sistem operasi, game, virus, dan lainnya. Bahkan, Software Development Kit untuk Windows ditulis dalam bahasa C. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang sifatnya portable, yaitu dengan sedikit atau tanpa perubahan, suatu program yang ditulis dengan bahasa C pada suatu komputer dapat dijalankan pada komputer lain.
Sebelum masuk ke bahasa pemrograman , ada baiknya saya perkenalkan dahulu beberapa komponen penting yang harus dimiliki oleh komputer. Komponen tersebut ialah :
1.      Processor
Komponen ini berfungsi sebagai otak yang membantu komputer untuk “berpikir”. Komponen ini bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan komputasi (perhitungan). Semakin baik processor , maka semakin cepat suatu komputer untuk melakukan tugasnya. Processor merupakan salah satu komponen penyusun komputer yang memiliki peran dan fungsi penting. Processor ini berbentuk chip yang berfungsi sebagai pusat pengendali seluruh perangkat yang terdapat pada komputer sehingga tidak heran bila banyak orang menyebut processor sebagai otaknya sebuah komputer.

2.      Memory
Komponen ini berfungsi untuk mengingatkan/menyimpan data atau informasi yang dibutuhkan ketika komputer tersebut bekerja. Data/informasi yang disimpan di dalam memory bersifat sementara. Memory adalah perangkat yang berfungsi mengolah data atau intruksi. Semakin besar memori yang disediakan, semakin banyak data maupun intruksi yang dapat mengolahnya.

3.      Harddisk
Komponen ini juga berfungsi untuk menyimpan data. Namun bedanya dengan memory adalah komponen ini menyimpan data secara permanen. Harddisk juga merupakan suatu device atau komponen pada komputer yang berfungsi sebagai media penyimpanan data (storage) dan juga termasuk dalam salah satu memory eksternal dari sebuah komputer.

4.      Motherboard/Mainboard
Motherboard/mainboard adalah tempat dimana kita menghubungkan semua komponen-komponen di dalam komputer. motherboard atau sering disebut mainboard merupakan papan elektronik utama yang terdapat komponen elektronik dan chip pengatur yang bertugas mengatur pertukaran data antar komponen perangkat keras yang ada. Pengertian lain dari motherboard adalah papan utama berupa printed circuit board yang memiliki chip BIOS sebagai program penggerak dan jalur dan konektor sebagai akses penghubung masing-masing perangkat.

Integrated Development Environtment (IDE)
                Adalah software yang kita gunakan untuk membangun sebuah program. Ada banyak IDE yang dapat kita gunakan dalam mempelajari ilmu dasar pemrograman ini. Untuk memprogram dengan bahasa C, kita dapat menggunakan DJGPP, Dev C++, atau Visual C++ Express Edition. Untuk bahasa Java , kita dapat menggunakan Net Beans, jGRASP, atau JCreator. IDE (Integrated Development Environment) adalah program komputer yang memiliki beberapa fasilitas yang diperlukan dalam pembangunan perangkat lunak. Tujuan dari IDE adalah untuk menyediakan semua utilitas yang diperlukan dalam membangun perangkat lunak.


Sumber : Erico Darmawan H - Mei 2010 - Pemrograman Dasar C-Java-C# - Informatika - Bandung

Tuesday, 15 January 2013

Tidak ada Bedanya


Mau yang iklas atau sekedarnya ? pernah kan kalian mendengar suruhan orang tua yang berbunyi , ”ayo , habiskan makanannya! Jangan disisakan!” atau sebuah dukungan yang isinya menghemat makanan yang terbuang percuma untuk aksi korban kelaparan. Telah kita ketahui bahwa bencana kelaparan memang sudah merajalela di mana-mana. Di afrika misalnya , berapa keluarga yang bisa makan dengan makanan yang layak setiap harinya? Mungkin bisa dihitung dengan kalkulator dagang. Tapi berapa banyak juga orang-orang di dunia yang membuang makanannya secara percuma dengan tanpa rasa bersalah? Hal ini tentu menjadi kendala bagi kita yang hidup di dunia ini yang memiliki kesenjangan sosial yang sangat signifikan.

Saya beri contoh seorang pasangan yang makan di restoran mahal dengan makanan yang bisa dikatakan tidak terlalu enak , datang dan memesan makan untuk mereka bedua. Hanya masing-masing berjumlah 2 piring dan makanannya pun tidak terlampau banyak. Dan setelah beberapa lama mereka mengobrol sambil menyantap makanannya , segera saja mereka menyudahinya dan melanjutkan aktivitas yang ingin mereka lanjutkan selanjutnya. Dan , apa yang terjadi? Makanan di meja mereka pun tidak mereka habiskan. Lantas, makanan itu pun di buang saja pada suatu tempat (sebuah kantung kresek yang besar). Dan pada malam hari beberapa jam sebelum restoran itu tutup , orang-orang yang bisa dikatakan tidak mampu pun meminta sisa dari makanan tersebut. Dan pemilik restorannya pun memberi mereka banyak kantung kresek besar yang isinya makanan sisa yang para pembeli tidak memakannya sampai habis.


Nah , dari contoh tersebut , apakah bedanya para donatur-donatur yang sedia mengeluarkan segelontor dana untuk memberi bantuan pada mereka yang kelaparan , dengan mereka yang makan di restoran dengan tidak menghabiskan makanan mereka. Kedua hal ini sama-sama memberi bantuan makanan pada mereka yang kelaparan. Lantas , perbedaan apa yang terdapat pada kedua cara mereka ini? Mereka sama-sama memberi makan pada orang lain yang kelaparan. Mereka juga sama-sama tidak mau diketahui bahwa mereka lah yang memberi makan.  Mereka juga  saling memberi dari yang mereka sisakan. Lalu , apa bedanya?